.quickedit{ display:none; }

25/12/12

Yuu…uk Minum Kopi !

Mang Ucup punya hobby minum kopi, sehingga dengan mana setiap hari selalu diawali dengan minum kopi dan diakhiri dengan minum kopi pula. Oleh sebab itu tidak ada salahnya sambil minum kopi kita kongkouw sejenak mengenai minum kopi.
 
Johann Sebastian Bach (1685-1750) seorang komponis Jerman telah menciptakan lagu atau musik minum kopi yang disebut Kaffeekantate. Sedangkan Ludwig van Beehoven mempunyai kebiasaan menghitung jumlah butir kopi. Setiap cangkir kopi yang ia minum tidak boleh lebih atau kurang dari 60 butir kopi. Akaneya Coffee Shop di Jepang memasang tarif minum kopi termahal di dunia. Harga secangkir kopi disitu 9.900 Yen atau sekitar AS$ 38,00.

Raja Swedia Gustav III (1746-1793) ingin membuktikan, bahwa kopi itu racun. Untuk membuktikan hal ini ia membebaskan dua orang terpidana hukuman mati dengan syarat yang satu tidak boleh minum minuman lainnya selain kopi sedangkan yang lain hanya diperkenankan minum teh. Mereka diawasi dan dijaga oleh dua orang Dr. Lucunya yang pertama mati adalah Dr sang pengawas yang pertama setelah itu disusul oleh Dr yang kedua. Sedangkan Raja Gustav III akhirnya mati dibunuh, tetapi si peminum teh itu sendiri bisa mencapai usia lanjut 83 tahun sedangkan si penimum kopi lebih lanjut lagi usianya. Jadi terbuktikan bahwa minum kopi itu sebenarnya sehat bukannya racun.

Kita minum kopi dari cangkir keramik yang lebih dikenal dengan sebutan Porcelain dalam bhs Inggris; kata ini diserap dari bahasa Italy Porcellana yang arti sebenarnya adalah nama kulit kerang yang putih, sebab keramik yang pertama dikenal di Italy (1500) warnanya putih. Keramik ini sudah dikenal sejak Dinasti Han (206 SM -220). Pada awalnya orang Eropa menduga bahwa keramik itu berasal dari bubuk serbuk tulang.

Pembuatan keramik dahulu sangat dirahasiakan sekali, mereka yang mengetahui rahasia ini disebut Arkanisten (Arcanum = rahasia dlm bhs Latin). Di Eropa pertama kali membuat keramik pada tahun 1708, tepatnya di Jerman oleh perusahaan keramik yang paling ngetop di dunia ialah Meissner Porselan. Harga satu cangkir Meissner Porselan bisa mencapai ribuan AS$.

Seorang profesor ahli filsafat ingin memberikan pelajaran kepada murid-muridnya, dimana ia mengundang mereka untuk minum kopi dirumahnya. Diatas meja disediakan berbagai macam jenis cangkir kopi, mulai dari cangkir dari keramik merah, sampai dengan cangkir dari gelas kristal Swaroski yang mahal. Bahkan beberapa dari cangkir tersebut benar-benar hasil produksi dari perusahaan keramik seperti Royal Kopenhagen, Royal Worchester dan ada juga cangkir kuno dari Dinasti Ming. Disamping cangkir-cangkir yang mewah, disediakan pula berbagai macam jenis cangkir murahan dari plastik maupun dari cangkir murahan yang sudah agak retak.

Pertama mereka diundang untuk minum kopi dengan menggunakan cangkir- cangkir mewah yang indah setelah itu untuk minuman yang kedua, mereka harus minum dari cangkir yang murah. Akhirnya ia menanyakan kepada mereka: “Apa bedanya kopi yang diminum dari cangkir mewah dan diminum dari cangkir murahan ?” Ternyata tidak ada !

Memang wajar bahwa manusia selalu menginginkan minum kopi dari cangkir yang mewah, tetapi cangkir yang mewah tidak bisa menggantikan isi kopi yang kita minum. Apabila kita ingin minum kopi bukan cangkirnya yang menentukan melainkan isinya. Entah kita minum dari cangkir yang mewah ataupun cangkir murahan isi dan rasa kopi tetap tidak berubah. Apabila kita merasa haus dan ingin minum kopi, cangkir bagaimana mewahnya sekalipun tidak akan bisa menggantikan dan memenuhi rasa dahaga kita.

Begitu juga di dalam kehidupan ini, kehidupan kita ada jauh lebih penting dan lebih bermanfaat daripada segala macam embel-embelnya, entah itu rumah mewah, jabatan, harta maupun mobil mewah.
Segala macam embel-embel itu sama nilainya seperti juga cangkir tersebut diatas alias tidak bisa menggantikan nilai dan rasa dari aroma kopinya, tetapi banyak sekali orang bersedia menghancurkan hidupnya hanya untuk mendapatkan cangkir kosong!

Rumah mewah, mobil mewah, pakaian mewah, tabungan harta yang berjibun di bank semuanya itu kosong dan tidak ada artinya apabila kita tidak memiliki dan mendapatkan rasa kasih sayang, seperti juga cangkir tanpa kopi. Oleh sebab itu nikmatilah kopi anda dari cangkir yang manapun anda minum, rasa kopi adalah kopi. Jangan sampai kita lebih mementingkan cangkir daripada kopinya.
Mungkin slogan ini bisa ditawarkan oleh mang Ucup kepada perusahaan Nescafe: “Dari cangkir manapun anda minum, kopinya selalu Nescafe !”

Mang Ucup
===============================
 

 ========================================================================

Produk CNI adalah “Produk Kualitas Menengah Atas, Harga Menengah Bawah”
 
Untuk info & Pemesanan :
HUB : MUHAMAD IPANGO
Telp / Hp : 021-7816369
/ 081523639145

Kunjungi Toko kami di :